Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Peningkatan Gizi Anak
Judul: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal dan Peningkatan Gizi Anak
Meta Deskripsi: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berikan dampak positif pada ekonomi lokal dan gizi anak dengan bahan makanan bersumber dari masyarakat sekitar.
Pelita Jogja – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA), Arifah Fauzi, menyatakan keyakinannya bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membawa dampak positif tidak hanya bagi kesehatan anak-anak, tetapi juga bagi pertumbuhan ekonomi lokal. Menurutnya, program ini merupakan gagasan besar yang perlu mendapatkan dukungan dari berbagai pihak karena memiliki potensi untuk memperbaiki gizi masyarakat sekaligus menggerakkan roda ekonomi di daerah.
Dalam kunjungan ke SD Negeri 01/02 Susukan, Jakarta Timur, Arifah menjelaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menegaskan pentingnya menggunakan bahan makanan yang berasal dari daerah setempat untuk program MBG. Dengan demikian, masyarakat lokal diharapkan memperoleh manfaat langsung dari program ini melalui peningkatan pendapatan dari hasil pertanian dan peternakan mereka. Presiden menginginkan adanya sinergi antara kebutuhan program dengan potensi masyarakat lokal, sehingga efek positifnya dapat dirasakan secara menyeluruh.
Edukasi Pengasuhan Positif
Selain mengawasi pelaksanaan MBG, Arifah menekankan pentingnya edukasi kepada ibu-ibu dalam hal pengasuhan dan penyediaan makanan bergizi bagi keluarga. Ia mengingatkan bahwa pemberian makanan sehat tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga harus dimulai dari keluarga. “Peran ibu sangat penting dalam memastikan anak-anak mendapatkan makanan bergizi,” tuturnya.
KemenPPPA pun turut berperan aktif dalam mengawal keberhasilan program MBG. Pasalnya, target utama program ini adalah ibu dan anak-anak, yang menjadi kelompok prioritas dalam setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh kementerian tersebut.
Pemantauan Pelaksanaan di Sekolah
Pada hari Selasa, Menteri Arifah memantau langsung pelaksanaan program MBG di tiga lokasi pendidikan di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur. Lokasi yang dikunjungi mencakup PAUD Al Marzuqiyah, SD Negeri 01 Susukan, dan SD Negeri 02 Susukan. Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa makanan yang disajikan kepada anak-anak telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan.
Program MBG merupakan salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Program ini telah resmi diberlakukan sejak 6 Januari 2025 dan mencakup sekolah-sekolah serta posyandu di 26 provinsi di seluruh Indonesia.
Operasional Dapur MBG
Sebanyak 190 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang juga dikenal sebagai dapur MBG, telah dibentuk untuk mendukung kelancaran program ini. Dapur-dapur tersebut dikelola oleh kepala SPPG yang ditunjuk oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam operasionalnya, setiap dapur bekerja sama dengan seorang ahli gizi dan seorang akuntan untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga didistribusikan secara lancar dan terorganisasi.
Keterlibatan ahli gizi dalam setiap dapur bertujuan untuk menjaga kualitas makanan yang disajikan. Mereka memastikan bahwa kebutuhan gizi anak-anak sekolah, ibu hamil, dan kelompok rentan lainnya terpenuhi sesuai standar yang telah ditetapkan. Di sisi lain, akuntan bertugas mengawasi penggunaan anggaran secara efisien, sehingga setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Dampak Ekonomi Lokal
Arifah Fauzi mengapresiasi bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap perekonomian lokal. Dengan memanfaatkan bahan-bahan yang dihasilkan masyarakat setempat, program ini mendorong peningkatan produksi lokal dan membuka peluang kerja baru.
Selain itu, kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas masyarakat, menjadi kunci keberhasilan MBG. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Arifah berharap program seperti MBG dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi upaya lain yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. Program ini tidak hanya memperkuat kesehatan individu, tetapi juga membangun fondasi bagi masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.