Penemuan Bayi Laki-Laki di Rumah Kosong, Dokter di Lubuklinggau Bersedia Mengadopsi
Pelita Jogja – Suasana malam di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, mendadak diwarnai kejadian mengharukan yang menyita perhatian warga. Seorang dokter bernama Achmadi, yang tengah menjalankan praktik di klinik miliknya di Jalan Gesang, Kelurahan Taba Jemekeh, dikejutkan oleh tangisan bayi yang berasal dari arah rumah kosong di samping klinik. Kejadian ini berlangsung pada Senin (10/12) malam.
Achmadi, yang awalnya merasa penasaran dengan suara tersebut, memutuskan untuk mencari tahu sumber tangisan. Ia kemudian memasuki rumah kosong di sebelah klinik. Di dalamnya, ia menemukan seorang bayi laki-laki yang diletakkan dalam sebuah kardus. Penemuan ini menjadi momen tak terlupakan bagi sang dokter.
Di samping bayi tersebut, ditemukan pula secarik kertas yang berisi tulisan tangan. Surat sederhana itu menyampaikan permohonan dari orangtua bayi kepada siapa pun yang menemukannya. Pesan yang tertulis adalah, “Ass Bapak/Ibu saya minta tolong rawat anak saya. Terima kasih.” Wasiat tersebut mengisyaratkan bahwa bayi tersebut sengaja ditinggalkan oleh orangtuanya, yang kemungkinan merasa tidak mampu merawatnya.
Kabar penemuan bayi ini segera sampai kepada pihak berwenang setelah ketua RT setempat melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Kanit Pidum Satreskrim Polres Lubuklinggau, Ipda Suwarno, membenarkan peristiwa ini dan menyatakan bahwa penyelidikan tengah dilakukan untuk mencari tahu siapa orangtua atau pelaku yang meninggalkan bayi itu. Hingga saat ini, polisi masih belum memiliki petunjuk jelas mengenai identitas pelaku. “Kasusnya masih dalam penyelidikan,” ungkap Suwarno.
Meski peristiwa ini menyedihkan, ada sisi cerah yang muncul dari kejadian tersebut. Sang penemu, dr Achmadi, bersama keluarganya, dengan tulus menyatakan kesediaan mereka untuk merawat bayi tersebut. Bahkan, mereka berencana mengadopsinya secara resmi. Menurut Suwarno, keluarga Achmadi sangat senang dengan kehadiran bayi itu, dan pihak kepolisian pun memberikan kepercayaan kepada mereka untuk sementara merawat sang bayi.
Kondisi bayi saat ditemukan dalam keadaan sehat. Hal ini menjadi kabar baik di tengah situasi yang cukup memilukan. Bagi Achmadi dan keluarganya, penemuan bayi ini tidak hanya mengejutkan tetapi juga memberikan kebahagiaan baru. Mereka menganggap bayi tersebut sebagai anugerah yang datang di waktu yang tak terduga.
Di sisi lain, kejadian ini menyadarkan banyak pihak akan pentingnya dukungan bagi orangtua yang merasa kesulitan secara ekonomi atau sosial dalam merawat anak. Meninggalkan bayi di tempat tak layak bukanlah solusi yang aman, baik bagi bayi maupun masyarakat. Dukungan dari pemerintah, lembaga sosial, dan komunitas diperlukan untuk memberikan solusi yang lebih manusiawi bagi orangtua yang mengalami keterbatasan.
Kini, bayi tersebut berada di tangan keluarga Achmadi yang siap memberikan kasih sayang dan perawatan yang layak. Polisi terus melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap latar belakang dan motif dari orangtua sang bayi. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa di tengah persoalan hidup, ada tangan-tangan yang bersedia membantu, memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.