Pelita Jogja – Menjelang arus mudik Lebaran 2025, pemerintah telah menyiapkan 40 unit kapal ferry guna mendukung kelancaran penyeberangan di Selat Sunda. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan bahwa kapal-kapal tersebut akan digunakan untuk operasional reguler selama masa mudik dan arus balik. Selain itu, kapal cadangan juga telah dipersiapkan untuk mengantisipasi kendala teknis yang mungkin terjadi selama operasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Menhub setelah menghadiri Rapat Koordinasi persiapan Lebaran 2025 yang berlangsung di Bandarlampung pada Kamis. Dalam rapat tersebut, ia menegaskan bahwa seluruh kapal yang digunakan merupakan kapal reguler. Keputusan ini diambil karena kapal eksekutif dinilai dapat menyebabkan penyempitan jalur kendaraan di Pelabuhan Merak, yang berpotensi menimbulkan antrean panjang. Oleh sebab itu, seluruh layanan penyeberangan selama arus mudik akan dilakukan menggunakan kapal reguler.
Selain menyediakan kapal ferry reguler, pemerintah juga telah menyiapkan kapal dari Basarnas serta kapal patroli yang akan bertugas untuk mengawal perjalanan kapal di Selat Sunda. Langkah ini diambil demi memastikan keselamatan pemudik selama dalam perjalanan laut.
Pada tahun ini, seluruh dermaga eksekutif dipastikan tidak akan digunakan selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Semua dermaga yang sebelumnya melayani penyeberangan eksekutif akan dialihkan menjadi dermaga reguler agar distribusi kendaraan lebih merata. Keputusan tersebut bertujuan untuk mengurangi kepadatan di pelabuhan dan mencegah kemacetan yang kerap terjadi akibat perbedaan layanan di antara dermaga.
Menhub menjelaskan bahwa keputusan untuk meniadakan dermaga eksekutif didasarkan pada hasil evaluasi arus mudik tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan evaluasi tersebut, diketahui bahwa kemacetan sering kali terjadi di sekitar dermaga eksekutif, sehingga diperlukan perubahan strategi dalam pengaturan arus kendaraan. Dengan menjadikan seluruh dermaga sebagai dermaga reguler, diharapkan tidak akan ada lagi titik penyempitan yang menghambat laju kendaraan yang hendak menyeberang.
Selain itu, sistem penyeberangan juga akan lebih diperketat agar proses naik dan turun penumpang dari kapal dapat berjalan lebih efisien. Koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk operator kapal dan otoritas pelabuhan, telah dilakukan guna memastikan kesiapan infrastruktur dan sistem transportasi selama periode mudik.
Pemerintah berharap bahwa dengan adanya pengaturan baru serta tersedianya 40 unit kapal ferry, arus mudik dan arus balik di Selat Sunda dapat berjalan lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan mengurangi potensi kemacetan dan mengoptimalkan layanan dermaga reguler, kenyamanan serta keselamatan pemudik dapat lebih terjamin.
Masyarakat yang berencana melakukan perjalanan melalui jalur penyeberangan Selat Sunda diimbau untuk selalu mengikuti perkembangan informasi dari pihak terkait. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan perjalanan dengan lebih baik dan menghindari kendala yang mungkin terjadi selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.