Menurut Direktur Utama HKI, Aji Prasetyanti, kehadiran jalan tol ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan memperlancar arus barang serta jasa di wilayah tersebut. Aji menjelaskan bahwa pengoperasian tol ini akan memperkuat konektivitas di Sumatera Utara, khususnya bagi masyarakat yang melintasi jalur Binjai-Pangkalan Brandan.
Jalan Tol Tanjungpura – Pangkalan Brandan ini telah melalui tahap Uji Laik Fungsi (ULF) pada 28-29 November 2024, yang dilakukan bersama dengan instansi terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Perhubungan, serta Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia. Proses ULF ini menunjukkan bahwa jalan tol tersebut sudah siap untuk digunakan dan mendukung mobilitas masyarakat.
Jalan tol ini rencananya akan diresmikan pada saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang hendak bepergian antara Binjai dan Pangkalan Brandan. Keberadaan jalan tol ini menjadi bagian penting dari pengembangan infrastruktur di Sumatera Utara yang bertujuan untuk mempersingkat waktu tempuh dan memperlancar lalu lintas.
Proyek Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan terdiri dari beberapa segmen, dengan HKI sebagai kontraktor utama yang memulai pekerjaan pada tahun 2020. Segmen pertama, yaitu Jalan Tol Binjai – Stabat (12,5 km), telah beroperasi pada tahun 2022. Kemudian, segmen kedua, Jalan Tol Stabat – Kuala Bingai (7,5 km), telah dioperasikan pada Oktober 2023. Jalan Tol Kuala Bingai – Tanjung Pura (19 km) telah beroperasi sejak Januari 2024, dan kini segmen ketiga, yaitu Jalan Tol Tanjung Pura – Pangkalan Brandan (18,9 km), siap untuk difungsionalkan.
Meskipun menghadapi tantangan teknis, terutama karena trase jalan tol melintasi area pipa gas alam, HKI berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan aman. Pekerjaan di titik tersebut dilakukan dengan menggunakan metode box crossing dan perhitungan teknis yang matang serta menjaga aspek keselamatan. Kini, kendaraan sudah dapat melewati lokasi tersebut dengan aman.
Selain pembangunan jalan tol, HKI juga membangun sepasang rest area yang terletak dekat dengan ikon JTTS di Sumatera Utara, yaitu Jembatan Sei Wampu. Rest area ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk kenyamanan pengendara, termasuk toilet umum, toilet disabilitas, lahan parkir yang luas, tenant UMKM, masjid, food court, fasilitas klinik bagi pengendara yang membutuhkan bantuan medis, serta bengkel untuk pelayanan kendaraan. Desain arsitektur rest area ini mengadopsi budaya lokal dengan mengkombinasikan corak adat Melayu, Aceh, dan Batak Karo, memberikan nuansa khas yang memperkaya pengalaman perjalanan.
Dengan tersambungnya Jalan Tol Medan – Binjai dan Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan, kini masyarakat dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat dan nyaman. HKI berharap proyek ini akan terus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat Sumatera Utara.