Pelita Jogja – Sebuah insiden pelayaran terjadi pada Jumat malam di area labuh Tanjung Sekong, Pelabuhan Merak. Kapal motor penumpang (KMP) Trimas Fadhila dilaporkan menyenggol kapal muatan gas (MT Gas) Sofia sekitar pukul 19.35 WIB. Kejadian ini telah dikonfirmasi oleh Kapolsek KSKP Merak, Iptu Ignatius Andrean Setianto. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, dan seluruh penumpang KMP Trimas Fadhila berhasil dievakuasi dengan selamat.
Dalam keterangannya, Andrean menyatakan bahwa seluruh penumpang sudah diturunkan di dermaga tujuh Pelabuhan Merak sesaat setelah insiden terjadi. Meskipun tidak menimbulkan korban, kedua kapal mengalami kerusakan yang cukup signifikan. KMP Trimas Fadhila mengalami kerusakan pada bagian ralling kanan, serta rantai jangkarnya yang turun akibat benturan. Di sisi lain, MT Gas Sofia melaporkan kerusakan pada bagian bulbous, yang mengalami cekungan sedalam 5-10 cm, serta terdapat goresan sepanjang 10 meter dari titik benturan ke bagian belakang kapal.
Berdasarkan informasi dari petugas pemantau lalu lintas kapal (VTS) Pelabuhan Merak, insiden ini terjadi ketika KMP Trimas Fadhila sedang bergerak untuk menunggu antrean bersandar di dermaga tujuh. Namun, kapal tersebut terseret arus yang cukup kuat ke arah utara hingga akhirnya menyenggol MT Gas Sofia yang sedang berlabuh di area Tanjung Sekong. Laporan dari VTS menunjukkan bahwa arus laut yang kuat diduga menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan ini.
Petugas VTS segera memanggil awak KMP Trimas Fadhila untuk mendapatkan klarifikasi atas insiden tersebut. Penanganan cepat dilakukan untuk memastikan tidak ada korban luka atau jiwa. Proses evakuasi penumpang pun berjalan lancar di bawah pengawasan petugas pelabuhan. Hingga saat ini, pihak terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menentukan penyebab pasti insiden dan mengevaluasi kerusakan pada kedua kapal.
Meski tidak ada korban dalam peristiwa ini, insiden tersebut menjadi pengingat pentingnya memperketat pengawasan terhadap lalu lintas kapal, terutama di area pelabuhan yang padat seperti Merak. Koordinasi antara petugas pemantau lalu lintas kapal, awak kapal, dan pihak pelabuhan sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan pelayaran dan mencegah kejadian serupa di masa depan.
Kapal-kapal yang terlibat dalam insiden ini kini sedang dalam proses evaluasi untuk menilai tingkat kerusakan yang terjadi. Perbaikan akan dilakukan segera guna memastikan kedua kapal tetap layak untuk beroperasi. Selain itu, arus laut di kawasan Pelabuhan Merak juga akan menjadi perhatian khusus bagi pihak berwenang, mengingat arus yang kuat sering kali menjadi tantangan bagi kapal-kapal yang tengah berlabuh atau menunggu giliran sandar.
Dengan kejadian ini, pihak terkait diharapkan dapat meningkatkan prosedur keselamatan, baik untuk kapal penumpang maupun kapal muatan, demi menjaga keamanan pelayaran di masa mendatang. Semua pihak yang terlibat di sektor pelabuhan diimbau untuk terus bekerja sama dalam menciptakan lingkungan pelayaran yang lebih aman dan terorganisir.