Pelita Jogja

Media Warta Tebaru

Evakuasi KM Bintang Muara 4: Upaya Tim Gabungan Selamatkan Korban Kapal Karam di Kepulauan Seribu
Berita

Evakuasi KM Bintang Muara 4: Upaya Tim Gabungan Selamatkan Korban Kapal Karam di Kepulauan Seribu

Pelita Jogja – Kamis pagi (12/12), tim gabungan berhasil mengevakuasi korban dari kapal KM Bintang Muara 4 yang karam di perairan Kepulauan Seribu. Kapal ini mengalami musibah saat menyeberang dari Pulau Harapan menuju Pulau Tidung. Menurut laporan, insiden terjadi di wilayah perairan timur Pulau Karang Beras.

Gatot Sulaeman, Kasiops Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi kapal karam pada pukul 09.20 WIB. Kejadian bermula ketika KM Bintang Muara 4, sebuah kapal tongkang, mulai berlayar dari Pulau Harapan menuju Pulau Tidung. Namun, di tengah perjalanan, kapal mengalami kebocoran pada lambung kirinya sekitar pukul 09.00 WIB.

Kebocoran tersebut menyebabkan mesin kapal terendam air hingga akhirnya mati total. Sebagai langkah darurat, awak kapal segera melempar jangkar untuk mencegah kapal terbawa arus laut. Pada pukul 09.15 WIB, para awak kapal mencoba meminta pertolongan dari nelayan yang kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Mereka juga menghubungi pihak berwenang untuk mendapatkan bantuan evakuasi.

Menanggapi laporan tersebut, tim gabungan dari berbagai instansi seperti Gulkarmat, kepolisian, Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Upaya penyelamatan dipimpin oleh tim Gulkarmat yang mengirimkan kapal penyelamat Rescue Boat RB 01 dari Pos Pulau Karya untuk membantu evakuasi nakhoda dan anak buah kapal (ABK).

“Alhamdulillah, seluruh kru kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” ujar Gatot. Ia memastikan bahwa kapten dan enam anak buah kapal telah berhasil diangkut ke tempat yang aman. Meskipun demikian, kerugian material yang diakibatkan oleh insiden ini diperkirakan mencapai Rp1,5 miliar.

Proses evakuasi ini menunjukkan pentingnya koordinasi antarinstansi dalam menangani situasi darurat di perairan. Dengan bantuan berbagai pihak, korban berhasil diselamatkan tanpa adanya laporan korban jiwa. Langkah cepat yang dilakukan oleh tim gabungan ini menjadi bukti nyata efisiensi sistem tanggap darurat yang dimiliki Kepulauan Seribu.

Namun, insiden ini juga menjadi pengingat akan pentingnya perawatan dan pemeriksaan rutin kapal sebelum melakukan pelayaran. Kebocoran yang terjadi pada lambung kapal KM Bintang Muara 4 menunjukkan adanya potensi kelalaian dalam menjaga kondisi kapal.

Selain menyelamatkan nyawa, fokus utama dari insiden ini adalah penanganan dampak ekonominya. Dengan estimasi kerugian mencapai Rp1,5 miliar, insiden ini memberikan pukulan berat bagi pemilik kapal. Kerusakan kapal dan terhentinya operasional berpotensi memengaruhi aktivitas transportasi dan logistik di wilayah Kepulauan Seribu.

Gatot Sulaeman juga menambahkan bahwa pihak berwenang akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran kapal. Selain itu, evaluasi terhadap sistem keamanan pelayaran akan dilakukan untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Insiden karamnya KM Bintang Muara 4 ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam aktivitas pelayaran. Dengan adanya koordinasi yang baik antara tim penyelamat dan langkah-langkah pencegahan yang lebih ketat, diharapkan insiden serupa dapat dihindari di masa mendatang.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *