Djokovic Lolos ke Babak Ketiga Australian Open Setelah Tertahan Empat Set di Pertandingan Kedua
Pelita Jogja – Novak Djokovic dipaksa menjalani pertandingan empat set dalam dua pertandingan berturut-turut pada perjalanan awalnya di Australian Open. Setelah mengalahkan debutan Grand Slam Nishesh Basavareddy di babak pertama, Djokovic harus bekerja keras untuk mengatasi tantangan yang diberikan oleh petenis kualifikasi berusia 21 tahun, Jaime Faria. Meskipun sempat tertekan, Djokovic akhirnya berhasil meraih kemenangan dengan skor 6-1, 6-7(4), 6-3, 6-2, yang membuatnya melanjutkan perjuangannya untuk meraih gelar major ke-25 serta trofi ke-100 di tingkat tur.
Sama halnya dengan pertandingan pertama melawan Basavareddy, Djokovic merasa adanya tekanan dari lawan yang lebih muda, namun ia akhirnya mampu menguasai pertandingan dan mengklaim kemenangan. Pada awal laga, petenis berusia 37 tahun itu berhasil unggul satu set dan satu break, namun penurunan performa sempat membuat Faria mengimbangi permainan dan memenangkan empat gim berturut-turut.
Meski demikian, Djokovic berhasil memaksakan tie-break pada set kedua, namun ia tidak mampu menghentikan serangan lawannya yang mendominasi dengan servis dan forehand yang kuat. Faria, yang menduduki peringkat 125 dunia, tampil impresif di set kedua dan mampu mengimbangi permainan Djokovic, sehingga membuat petenis Serbia itu kesulitan. Setelah kekalahan pada set kedua, Djokovic mengungkapkan bahwa ia merasa cukup baik dalam merespons dan mengatasi tekanan di set ketiga dan keempat.
“Dia (Faria) bermain sangat baik, terutama menjelang akhir set kedua dan awal set ketiga. Saya harus berusaha keras untuk menghadapinya,” kata Djokovic setelah pertandingan, seperti yang dilaporkan oleh ATP. Ia juga menambahkan bahwa lawannya adalah petenis muda yang memiliki masa depan cerah di dunia tenis. Djokovic pun memberikan dorongan kepada Faria untuk terus maju dan berkembang.
Dengan pelatihnya, Andy Murray, yang mendesaknya untuk tetap fokus dan menguasai lapangan, Djokovic berhasil mengubah jalannya pertandingan dan kembali mengontrol situasi. Menurut data ATP, Djokovic hanya menghadapi satu break point di dua set terakhir dan berhasil memenangkan 90 persen dari poin servis pertamanya, yang membantunya menutup pertandingan dalam waktu tiga jam.
Kini, Djokovic telah mengamankan tempat di babak ketiga dan akan menghadapi unggulan ke-26, Tomas Machac, yang berhasil menang atas Reilly Opelka dalam lima set yang menegangkan. Djokovic dan Machac sudah pernah bertemu dalam dua pertandingan sebelumnya pada 2023 dan 2024, dengan Machac memenangkan pertemuan terakhir mereka di semifinal Jenewa. Pertandingan sebelumnya antara keduanya berlangsung ketat dalam tiga set, dengan Djokovic akhirnya keluar sebagai pemenang di Dubai melalui tie-break.
Dengan kemenangan ini, Djokovic melaju ke babak ketiga Australian Open untuk kali ke-17 dalam 20 penampilan. Pertandingan tersebut juga menjadi yang ke-430 dalam kariernya di turnamen Grand Slam, yang menjadikannya pemegang rekor pertandingan tunggal terbanyak sepanjang masa, mengalahkan catatan Roger Federer. Mengenai pencapaiannya itu, Djokovic mengatakan, “Saya mencintai olahraga ini dan kompetisinya. Saya berusaha memberikan yang terbaik setiap saat, sudah lebih dari 20 tahun saya berkompetisi di level tertinggi Grand Slam.”
Selain berusaha meraih gelar Grand Slam ke-25, Djokovic juga berupaya untuk memecahkan rekor sebagai petenis tertua yang memenangkan gelar Grand Slam di Era Terbuka, sebuah rekor yang kini dipegang oleh Ken Rosewall. Rosewall memenangkan Australian Open pada tahun 1972 pada usia 37 tahun dan 62 hari, sedangkan Djokovic akan mencapai usia 37 tahun dan 249 hari pada akhir turnamen ini.