Pelita Jogja

Media Warta Tebaru

Baznas RI Dorong Kolaborasi Pentahelix dalam Penanggulangan Bencana Berbasis Zakat
Berita

Baznas RI Dorong Kolaborasi Pentahelix dalam Penanggulangan Bencana Berbasis Zakat

Pelita Jogja – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mendorong pentingnya kolaborasi pentahelix dalam upaya penanggulangan bencana berbasis zakat. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama antara lima elemen utama masyarakat: pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat, dalam menghadapi tantangan kebencanaan. Pada acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Baznas Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat Baznas (RSB) yang diadakan di Semarang pada 13 Desember 2024, Ketua Baznas RI, Noor Achmad, menekankan pentingnya kolaborasi tersebut.

Menurut Noor Achmad, penanggulangan bencana tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu pihak saja. Kolaborasi antar sektor menjadi kunci agar bantuan yang disalurkan lebih efektif dan tepat sasaran. “Jangan pernah merasa malu untuk mengajak masyarakat mendukung program kita, karena ini adalah kewajiban yang diajarkan oleh Rasulullah SAW,” ujar Noor Achmad dalam keterangan yang disampaikan pada Sabtu (14/12).

Sinergi antara masyarakat dan Baznas sangat diutamakan dalam hal ini, mengingat banyak orang yang ingin menyumbangkan hartanya kepada yang membutuhkan, namun mereka membutuhkan lembaga yang dapat dipercaya untuk menyalurkan dana tersebut. Menurut Noor, Baznas adalah lembaga yang diakui oleh masyarakat sebagai saluran zakat yang dapat dipercaya dan amanah. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia sudah memiliki kepercayaan yang besar terhadap Baznas dalam hal menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS).

Noor Achmad juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk menciptakan penanggulangan bencana yang lebih humanis dan agamis. “Kita harus memiliki pendekatan transendensi dalam setiap langkah yang diambil. Tidak hanya fokus pada aspek duniawi, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai keagamaan,” ujar Noor. Pendekatan transendensi yang dimaksud adalah bagaimana kegiatan sosial yang dilakukan Baznas tidak hanya berfokus pada bantuan material, tetapi juga mencakup nilai-nilai spiritual yang dapat mendekatkan diri pada Allah SWT.

Baznas, lanjut Noor, memiliki amanah yang sangat besar. Setiap langkah yang diambil adalah bentuk pelaksanaan perintah dari Allah SWT melalui Rasulullah SAW. Oleh karena itu, penting bagi Baznas untuk menjaga prinsip-prinsip keagamaan dalam setiap kegiatan yang dilakukannya, baik dalam situasi bencana maupun dalam keadaan normal.

Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat ini diharapkan bisa memperluas dampak positif Baznas dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia. Noor optimistis, dengan semangat sinergi yang terintegrasi, Baznas dapat memberikan bantuan yang lebih luas lagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Hal ini diharapkan menjadi model pengelolaan zakat yang lebih baik di Indonesia dan dapat dicontohkan oleh lembaga lainnya.

Lebih lanjut, Noor mengingatkan bahwa sinergi ini adalah sebuah kewajiban bersama untuk membantu sesama, terutama di saat-saat bencana yang membutuhkan perhatian lebih. “Harapan kami, semangat kolaborasi ini terus mengalir dan memberikan bantuan kepada masyarakat, baik dalam kondisi bencana maupun non-bencana, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” tambah Noor.

Baznas terus berkomitmen untuk menjadi lembaga yang bukan hanya mengelola zakat secara profesional, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dan keagamaan dalam setiap program yang dijalankannya. Dengan pendekatan ini, diharapkan dampak positif dari program Baznas dapat terus meluas, tidak hanya di tingkat bencana tetapi juga dalam mendukung pembangunan masyarakat secara keseluruhan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *