Pelita Jogja

Media Warta Tebaru

Baznas Optimalkan Pengelolaan Zakat
Berita

Baznas Optimalkan Pengelolaan Zakat untuk Pemberdayaan Ekonomi dan Pengentasan Kemiskinan

Pelita Jogja – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI terus menunjukkan komitmennya dalam mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara optimal. Melalui berbagai inovasi, Baznas berupaya menjadikan dana tersebut sebagai instrumen utama dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat dan pengentasan kemiskinan di Indonesia.

Wakil Ketua Baznas RI, Mokhamad Mahdum, menegaskan bahwa optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf (Ziswaf) harus dilakukan dengan pendekatan yang inovatif serta profesional. Menurutnya, upaya ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dalam mengubah mustahik menjadi muzaki. Selain itu, pendekatan ini juga dianggap mampu mempercepat pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan yang berbasis prinsip syariah.

Mahdum menambahkan bahwa Ziswaf tidak hanya berfungsi sebagai instrumen distribusi kekayaan, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendorong pemberdayaan ekonomi umat secara berkelanjutan. Oleh karena itu, pengelolaan dana ini perlu dilakukan secara sistematis agar manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak orang.

Sebagai bagian dari peningkatan efektivitas pengelolaan zakat, Baznas juga menerapkan standar evaluasi yang ketat. Salah satunya adalah penggunaan Indeks Zakat Nasional (IZN), sebuah alat ukur yang berfungsi untuk mengevaluasi kinerja pengelolaan zakat secara menyeluruh. Dengan adanya indeks ini, perbaikan berkelanjutan dalam pengelolaan zakat dapat terus dilakukan demi meningkatkan manfaat bagi masyarakat.

Saat ini, tingkat literasi zakat di Indonesia masih berada pada kategori menengah dengan nilai 74,83. Oleh sebab itu, Baznas terus melakukan edukasi serta sosialisasi agar pemahaman masyarakat mengenai pentingnya zakat semakin meningkat.

Dalam rangka menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, Baznas juga mengoptimalkan pembayaran zakat secara digital. Hal ini dilakukan dengan menjalin kerja sama bersama 24 perbankan, 24 aplikasi komersial, serta 7 platform non-komersial. Selain itu, pengumpulan zakat juga difasilitasi melalui berbagai media sosial dan marketplace guna memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menunaikan kewajibannya.

Baznas bahkan telah mengembangkan layanan berbasis kecerdasan buatan (AI), seperti Zakat Virtual Assistant serta Voice Command Zakat Assistant. Digitalisasi ini telah terbukti mampu meningkatkan efisiensi serta transparansi dalam pengelolaan zakat. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, pengumpulan zakat secara digital mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 202,5 persen.

Dana yang dihimpun melalui ZIS tidak hanya digunakan untuk kebutuhan konsumtif, tetapi juga dialokasikan ke berbagai program pemberdayaan ekonomi. Beberapa sektor yang menjadi fokus utama meliputi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta pertanian.

Selain itu, Baznas juga memastikan bahwa seluruh programnya sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Alokasi dana ZIS dilakukan secara proporsional, dengan rincian 30 persen untuk sosial kemanusiaan, 23,5 persen untuk pendidikan, 20 persen untuk ekonomi, 17,4 persen untuk kesehatan, 5,1 persen untuk advokasi dan dakwah, serta 3,5 persen untuk pemberdayaan kesehatan.

Sebagai langkah untuk meningkatkan kepercayaan publik, Baznas juga melakukan audit independen setiap tahunnya. Hingga saat ini, lembaga tersebut berhasil memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI). Selain itu, sistem pengelolaan dana juga semakin diperkuat melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Baznas (Simba), yang memungkinkan pemantauan penerimaan serta distribusi dana secara waktu nyata.

Mokhamad Mahdum juga mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat, infak, serta sedekahnya melalui lembaga resmi yang telah mendapatkan izin dari pemerintah, dalam hal ini adalah Baznas. Dengan demikian, pengelolaan dana dapat dilakukan secara transparan serta memberikan dampak yang maksimal bagi kesejahteraan masyarakat.

Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, Baznas berharap dapat terus meningkatkan pengelolaan ZIS agar lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui inovasi serta pendekatan berbasis teknologi, pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi berbasis zakat di Indonesia diharapkan semakin berkembang ke arah yang lebih baik.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *