Pelita Jogja

Media Warta Tebaru

Wacana Sekolah Rakyat Prabowo
Berita

Wacana Sekolah Rakyat Prabowo Dianggap Dapat Dukung Pemerataan Pendidikan dan Ekonomi

Pelita Jogja – Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, mengungkapkan bahwa gagasan mengenai Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto berpotensi memberikan dampak besar dalam upaya pemerataan pendidikan dan ekonomi di Indonesia. Menurut Hetifah, wacana tersebut dapat membantu meratakan peluang pendidikan, tidak hanya dilihat dari segi wilayah, tetapi juga dari sisi ekonomi keluarga.

“Saat ini, pemerataan menjadi suatu hal yang sangat penting. Program tersebut dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang tinggal di wilayah terpencil atau berasal dari keluarga dengan ekonomi rendah,” ujar Hetifah dalam perbincangan dengan wartawan di Jakarta pada hari Selasa.

Dia juga menambahkan bahwa gagasan mengenai Sekolah Rakyat ini dapat dilihat sebagai langkah penting dalam menyeimbangkan kebijakan pendidikan yang sudah ada, seperti wacana pembentukan Sekolah Unggulan Garuda. Sekolah Unggulan Garuda, yang nantinya disiapkan untuk mencetak talenta-talenta unggul Indonesia, diharapkan dapat berfungsi sebagai tempat bagi anak-anak yang memiliki potensi luar biasa di masa depan.

Lebih lanjut, Hetifah menyatakan bahwa berbagai ide yang bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat perlu dicermati dengan seksama. Penerapan gagasan ini harus sesuai dengan cita-cita awal yang ingin dicapai. “Kami memahami bahwa niat pemerintah sangat baik, terutama dalam membuka akses pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu,” lanjutnya.

Namun, dia menekankan bahwa kualitas pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, wacana mengenai Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda tidak boleh dipandang sebagai upaya untuk mengutamakan satu sisi dan mengabaikan yang lain. Menurut Hetifah, meskipun penting untuk mencetak talenta unggul, perlu juga dipastikan bahwa semua sekolah di Indonesia, baik yang berada di daerah terpencil maupun yang berada di perkotaan, memiliki kualitas pendidikan yang setara.

“Prinsipnya, kita ingin semua sekolah di Indonesia dapat memberikan pendidikan berkualitas tinggi bagi semua anak, tanpa terkecuali,” kata Hetifah. Oleh karena itu, kata dia, apakah sekolah baru perlu dibangun untuk Sekolah Rakyat ataukah memaksimalkan sekolah-sekolah yang sudah ada, hal tersebut akan menjadi bagian dari kajian yang lebih mendalam.

Gagasan mengenai Sekolah Rakyat ini juga mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto, yang sebelumnya menyatakan akan membangun sekolah untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu dan yang tergolong miskin ekstrem. Sekolah ini akan berada di bawah kewenangan Kementerian Sosial dan bertujuan untuk memberikan akses pendidikan bagi mereka yang paling membutuhkan.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo telah menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga miskin ekstrem. “Presiden ingin membangun sekolah yang khusus bagi anak-anak yang tidak mampu, tetapi masih di bawah naungan orang tua, dengan pembinaan langsung melalui Sekolah Rakyat,” jelas Muhaimin setelah mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden di Istana Kepresidenan Bogor pada 4 Januari 2025.

Dengan demikian, wacana ini dianggap sebagai bagian dari upaya untuk memastikan bahwa setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi, dapat mengakses pendidikan yang layak dan berkualitas. Pada akhirnya, Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat mendukung pemerataan pendidikan di Indonesia dan memberikan kesempatan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu untuk meraih masa depan yang lebih baik.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *