Pelita Jogja

Media Warta Tebaru

Evakuasi Harimau Sumatera di Lampung Barat: Upaya Bersama Lindungi Satwa Liar
Berita

Evakuasi Harimau Sumatera di Lampung Barat: Upaya Bersama Lindungi Satwa Liar

Pelita Jogja – Petugas gabungan berhasil mengevakuasi seekor harimau sumatera betina (Panthera tigris sumatrae) yang terperangkap dalam perangkap jebak (box trap) di kawasan Talang Santani, Desa Sukamarga, Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Proses evakuasi ini merupakan hasil kerja sama antara berbagai pihak, termasuk Polres Lampung Barat, Kodim 0422 LB, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, tim mitigasi konflik harimau liar, serta relawan masyarakat setempat.

Kapolres Lampung Barat, AKBP Rinaldo Aser, menyampaikan apresiasinya terhadap sinergi antarinstansi dan masyarakat yang terlibat dalam upaya penyelamatan satwa liar yang dilindungi ini. “Kami sangat menghargai kerja sama yang telah terjalin dalam proses evakuasi harimau liar ini. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kita bersama untuk melindungi satwa yang dilindungi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di wilayah Lampung Barat,” ujar Rinaldo dalam keterangannya.

Proses evakuasi dimulai pada Jumat, 13 Desember, pukul 06.00 WIB, saat tim pertama yang terdiri dari 14 orang melakukan pemeriksaan terhadap perangkap jebak. Dalam pemeriksaan tersebut, tim juga menyemprotkan cairan isotonik untuk mencegah dehidrasi pada harimau yang terperangkap. Setelah memastikan kondisi satwa dalam keadaan stabil, tim kedua mempersiapkan perlengkapan evakuasi, termasuk tandu yang akan digunakan untuk memindahkan harimau.

Pada pukul 13.00 WIB, tim dokter hewan dan ahli bius dari BKSDA Bengkulu tiba di lokasi untuk melaksanakan pembiusan. Namun, pembiusan pertama yang dilakukan pukul 13.54 WIB tidak berhasil. Tim kemudian melanjutkan pembiusan kedua pada pukul 14.09 WIB, yang akhirnya berhasil. Untuk memastikan keselamatan satwa, pembiusan ketiga dilakukan pada pukul 14.24 WIB. Setelah itu, dokter hewan Erni Suyanti memeriksa kondisi harimau untuk memastikan hewan tersebut dalam keadaan aman sebelum proses evakuasi dimulai.

Pada pukul 16.15 WIB, tim memulai evakuasi harimau menggunakan tandu dengan bantuan masyarakat dari lima desa di sekitar lokasi, termasuk relawan dari Desa Bumi Hantatai dan Desa Sukamarga. Mereka harus menempuh perjalanan sejauh dua kilometer untuk memindahkan harimau dari lokasi perangkap ke kandang angkut.

Proses serah terima harimau dilakukan di Desa Bumi Hantatai pada pukul 17.00 WIB, disertai dengan berita acara resmi yang ditandatangani oleh pihak-pihak terkait. Setelah itu, pada pukul 17.25 WIB, harimau sumatera tersebut diangkut oleh BKSDA Bengkulu menuju Lembaga Konservasi Provinsi Lampung (Lembah Hijau) di Bandar Lampung untuk mendapatkan perawatan dan pengawasan lebih lanjut.

Keberhasilan evakuasi ini tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian satwa liar, tetapi juga menjadi bukti nyata pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai instansi terkait dalam menangani konflik antara manusia dan satwa liar. Harimau sumatera sendiri merupakan salah satu spesies yang terancam punah dan dilindungi oleh undang-undang. Oleh karena itu, setiap upaya untuk melindungi spesies ini sangat penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan populasi mereka di alam liar.

Evakuasi harimau sumatera di Lampung Barat menjadi pengingat betapa pentingnya pelestarian satwa liar dan keseimbangan ekosistem, terutama di tengah ancaman konflik yang terus meningkat akibat perambahan hutan dan aktivitas manusia lainnya. Dengan adanya kerja sama yang baik seperti ini, diharapkan kasus serupa dapat ditangani dengan cepat dan satwa-satwa yang dilindungi dapat terus dijaga kelestariannya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *