Pelita Jogja

Media Warta Tebaru

Proyek ladang angin di China
Berita

Ladang Angin Tertinggi di Dunia di China Dukung Pengembangan Energi Bersih

Pelita Jogja – China baru-baru ini mencetak rekor dunia dengan pembangunan ladang angin tertinggi di dunia yang berlokasi di wilayah Baxoi, Xizang, pada ketinggian luar biasa 5.305 meter di atas permukaan laut. Proyek pembangkit listrik tenaga angin ini menjadi bagian dari upaya negara tersebut untuk mendukung pengembangan energi bersih dan mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil. Proyek yang dikerjakan oleh sejumlah perusahaan termasuk Datang Xizang Energy Development Co., Ltd ini menampilkan teknologi terbaru yang dirancang untuk bertahan di lingkungan ekstrim dengan suhu rendah, radiasi ultraviolet tinggi, dan angin kencang.

Ladang angin ini terdiri dari 20 turbin yang masing-masing memiliki kapasitas 5 megawatt, dengan total kapasitas produksi mencapai 100 megawatt. Setiap tahunnya, ladang angin ini dapat menghasilkan sekitar 223 juta kWh listrik bersih, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik tahunan sekitar 230.000 orang. Xu Qiduo, manajer proyek, menjelaskan bahwa pengoperasian turbin ini sangat efisien, hanya memerlukan 8 hingga 10 orang untuk mengelola seluruh operasi. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi canggih memungkinkan pengoperasian pabrik di lokasi yang sangat sulit dijangkau sekalipun.

Area dengan ketinggian antara 3.500 hingga 5.500 meter di atas permukaan laut, yang dikenal sebagai daerah ultratinggi, memiliki tantangan tersendiri. Meski kaya akan sumber daya angin, daerah seperti ini membutuhkan teknologi khusus agar turbin angin dapat beroperasi dengan maksimal. Di sinilah inovasi dalam desain turbin angin dan sistem kontrol cuaca ekstrem berperan besar. Teknologi yang digunakan pada turbin angin di Baxoi dirancang untuk tahan terhadap suhu ekstrem, badai petir, dan tantangan lainnya yang sering terjadi di ketinggian tinggi.

Proyek ini juga membawa dampak positif bagi masyarakat setempat. Losum Tsering, seorang pekerja teknis lokal, menyatakan rasa terima kasihnya atas perbaikan jaringan listrik yang terjadi berkat proyek ini. Sebelumnya, wilayah tersebut sering mengalami pemadaman listrik yang berkepanjangan. Dengan adanya ladang angin ini, diharapkan pasokan listrik di wilayah tersebut menjadi lebih stabil dan dapat mendukung kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Selain manfaat bagi masyarakat lokal, proyek ini juga memiliki dampak lingkungan yang signifikan. Pembangkit listrik tenaga angin ini diperkirakan dapat menghemat sekitar 73.100 ton batu bara setiap tahunnya dan mengurangi emisi karbon dioksida hingga 182.800 ton. Dengan demikian, proyek ini bukan hanya berkontribusi pada pengurangan ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga membantu dalam mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah memperluas proyek pembangkit listrik tenaga angin di Xizang, sebuah wilayah yang kaya akan potensi energi angin. Proyek-proyek seperti ladang angin di Kota Shannan dan pembangkit listrik tenaga angin serta fotovoltaik di Kota Xigaze telah beroperasi dengan sukses. Bahkan, proyek-proyek ini melibatkan instalasi turbin angin di ketinggian lebih dari 5.100 meter, menjadikan China sebagai pemimpin dalam pengembangan energi bersih di daerah dataran tinggi.

Xizang telah menjadikan ekologi sebagai salah satu prioritas utama, dan pemerintah setempat terus mendorong penggunaan energi bersih. Hingga kini, hampir 90 persen dari kapasitas tenaga listrik di daerah ini berasal dari sumber energi bersih seperti tenaga angin dan fotovoltaik. Ini menunjukkan komitmen kuat China terhadap pembangunan berkelanjutan dan pengurangan dampak perubahan iklim.

Energi angin juga memainkan peran penting sebagai pelengkap pembangkit listrik tenaga surya dan hidro yang beroperasi di wilayah tersebut. Shi Lei, seorang profesor di Fakultas Ekologi dan Lingkungan Universitas Renmin, menyatakan bahwa keberhasilan proyek pembangkit listrik tenaga angin di ketinggian ultratinggi ini dapat menjadi contoh penting bagi negara-negara lain yang memiliki potensi energi angin di daerah dataran tinggi. Keberlanjutan dan stabilitas operasional proyek ini diharapkan dapat meningkatkan adopsi teknologi energi bersih di seluruh dunia.

Dengan berbagai pencapaian ini, China menunjukkan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan untuk mengoptimalkan potensi energi terbarukan di daerah-daerah yang sebelumnya dianggap tidak terjangkau. Proyek ladang angin di Baxoi, Xizang, merupakan bukti nyata bahwa energi bersih dapat dihasilkan bahkan di lokasi dengan kondisi yang paling ekstrem sekalipun.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *