Pelita Jogja – Hyundai Motor Group, salah satu raksasa otomotif dari Korea Selatan, mengumumkan kemitraan strategis dengan Google pada Kamis, 12 Desember 2024, yang bertujuan untuk memperbarui dan meningkatkan sistem perangkat lunak otomotif serta menghadirkan pengalaman navigasi dan hiburan terbaru bagi pengemudi di seluruh dunia. Kemitraan ini, yang fokus pada penerapan teknologi terkini, bakal membuka babak baru dalam inovasi kendaraan pintar dengan mengintegrasikan Android Automotive Operating System (AAOS) dan layanan geolokasi Google Maps yang canggih.
Dengan beralih ke Android Automotive Operating System (AAOS), Hyundai Motor Group berkomitmen untuk memanfaatkan potensi penuh dari sistem Android di dunia otomotif. AAOS adalah platform yang telah berkembang pesat dalam dunia perangkat lunak mobil dan memungkinkan produsen kendaraan untuk menghadirkan pengalaman hiburan dan navigasi yang lebih lancar, lebih pintar, dan lebih terintegrasi. Android Automotive OS menyediakan berbagai aplikasi dan layanan yang memungkinkan pengemudi menikmati kenyamanan dan kepraktisan serupa dengan pengalaman smartphone di dalam kendaraan mereka.
Sebagai bagian dari kemitraan ini, Hyundai Motor Group akan mengintegrasikan layanan Google Maps ke dalam sistem navigasi kendaraan mereka, namun dengan pendekatan yang lebih cerdas. Alih-alih menggunakan layanan Google Maps secara langsung di dalam kendaraan, Hyundai berencana memanfaatkan data dan informasi yang diberikan oleh Google, seperti jam operasional bisnis, informasi kontak, dan ulasan mengenai sekitar 250 juta lokasi di seluruh dunia. Hal ini akan meningkatkan kemampuan navigasi kendaraan, memberikan pengalaman yang lebih akurat dan relevan bagi pengemudi.
Inovasi ini pertama-tama akan diterapkan pada kendaraan Kia yang dijual di Amerika Utara. Penggunaan teknologi baru ini diharapkan dapat memperluas ke kendaraan Hyundai Motor Co. serta merek mewahnya, Genesis, di berbagai pasar internasional. Dengan demikian, inisiatif ini tidak hanya berfokus pada peningkatan teknologi, tetapi juga pada perluasan pasar bagi Hyundai dan Kia dengan menghadirkan pengalaman pengguna yang lebih terintegrasi dan personal.
Hyundai Motor Group, yang menaungi kedua merek Hyundai dan Kia, sangat antusias dengan kerja sama ini. Presiden dan Kepala Divisi Platform Kendaraan Canggih Hyundai Motor Group, Song Chang-hyeon, menyatakan bahwa perusahaan mereka tengah fokus pada pengembangan teknologi di bidang kendaraan yang dapat diprogram melalui perangkat lunak (software-defined vehicle/SDV). Melalui teknologi ini, kendaraan dapat diperbarui dan ditingkatkan secara berkala dengan pembaruan perangkat lunak yang akan meningkatkan kinerja dan pengalaman pengemudi.
“Kerja sama dengan Google akan memberi peluang besar bagi Hyundai Motor Group untuk memperluas teknologi kami di pasar mobilitas global. Kami percaya, dengan mengintegrasikan layanan yang sudah terbukti dan populer seperti Google Maps, kami akan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar kepada pelanggan kami,” ungkap Song.
Kerja sama ini juga mencerminkan langkah Hyundai Motor Group untuk bertransformasi menjadi lebih dari sekadar produsen mobil tradisional. Dengan adopsi teknologi canggih dan perangkat lunak yang terus berkembang, Hyundai berambisi untuk menjadi pelopor dalam dunia kendaraan pintar dan mobilitas berbasis perangkat lunak yang terintegrasi.
Melalui kolaborasi dengan Google, Hyundai Motor Group berharap dapat menciptakan pengalaman berkendara yang lebih efisien, aman, dan menyenangkan bagi pengemudi, yang tak hanya memanfaatkan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan layanan dunia maya dengan dunia fisik kendaraan. Pengemudi akan merasakan manfaat dari navigasi yang lebih pintar, hiburan yang lebih terhubung, serta kenyamanan yang lebih maksimal dalam setiap perjalanan mereka.