Pelita Jogja

Media Warta Tebaru

Tanggul Jebol di Perumahan Dahlia Semarang, 45 KK Terdampak Banjir Hingga 80 Cm
Berita

Tanggul Jebol di Perumahan Dahlia Semarang, 45 KK Terdampak Banjir Hingga 80 Cm

Pelita Jogja – Hujan deras yang mengguyur wilayah Semarang pada Rabu siang (11/12) menyebabkan banjir di kawasan Perumahan Dahlia, Meteseh, Tembalang. Air yang meluap akibat jebolnya tanggul sekitar pemukiman ini mencapai ketinggian hingga 80 sentimeter, memaksa sejumlah warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P. Martanto, melaporkan bahwa banjir tersebut merendam kawasan RT 08 RW 09 di Perumahan Dahlia, dengan 45 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Total ada sekitar 150 jiwa yang harus mengungsi karena ketinggian air yang mencapai 70-80 cm.

Untuk merespons kejadian ini, BPBD Kota Semarang langsung mengerahkan tim bersama relawan bencana ke lokasi untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak. Hingga kini, petugas masih melakukan asesmen untuk mendata kerusakan dan kebutuhan mendesak warga. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, petugas masih melakukan pendataan kerugian material yang timbul akibat banjir.

Untuk mempercepat penanganan genangan air, BPBD mengerahkan dua unit mesin pompa berkapasitas lima inci, serta mesin pompa tambahan dengan kapasitas empat inci dari relawan. Pompa-pompa ini digunakan untuk menyedot air dari area permukiman yang terendam guna mengurangi ketinggian air dan memungkinkan warga kembali ke rumah mereka.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BPBD bersama relawan membuka dapur umum di sekitar lokasi bencana. Dapur umum ini bertujuan untuk menyediakan makan malam bagi warga yang terdampak banjir. Sebanyak 45 KK yang terdiri dari 150 jiwa ini menerima pasokan makanan yang cukup, sementara mereka mengungsi sementara di musala setempat.

Peristiwa banjir di Perumahan Dahlia ini menambah daftar panjang bencana yang melanda Kota Semarang akibat hujan dengan intensitas tinggi. Kejadian ini mengingatkan pentingnya perhatian lebih terhadap pengelolaan drainase dan infrastruktur penahan banjir, khususnya di kawasan permukiman yang rawan banjir. Jebolnya tanggul yang memicu banjir ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap kondisi tanggul dan saluran air yang ada di wilayah tersebut, mengingat tingginya risiko banjir selama musim penghujan.

Saat ini, petugas BPBD masih terus berada di lokasi untuk memastikan seluruh warga terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan. Penanganan darurat, seperti penyediaan logistik dan tempat pengungsian sementara, terus dilakukan untuk mengurangi dampak bencana ini.

Kejadian ini menjadi perhatian khusus bagi warga sekitar, terutama karena intensitas hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan banjir susulan. Pemerintah daerah bersama BPBD diharapkan dapat lebih meningkatkan kesiapsiagaan bencana, baik melalui perbaikan infrastruktur penahan banjir maupun edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi bencana banjir.

Melalui koordinasi yang baik antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, diharapkan para warga yang terdampak dapat segera kembali ke rumah mereka setelah kondisi dinyatakan aman. Sementara itu, warga yang tinggal di daerah rawan banjir diminta untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan segera melaporkan kerusakan infrastruktur yang berisiko memicu banjir.

Banjir yang melanda Perumahan Dahlia ini menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang baik serta infrastruktur penahan banjir yang lebih kokoh guna mengurangi risiko bencana serupa di masa depan.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *